Story - Are U Ok, Dear?

Are U ok, Dear? Ah gue pengen jawab “I’m Ok, Dear”, tapi ternyata nggak bisa. Kayak gue yang lebih suka menata margin, spasi, jenis huruf, ukuran huruf bahkan hingga tab sebelum mulai nulis. Semua dipersiapkan. Tapi, pada akhirnya, nggak semua sesuai rencana. Iya kan?

I’m not Ok, really, Dear. Karena berharap gue lebih baik dari ini.

Ya, kemarin gue ke toko buku. Dan lagi-lagi, isi kepala gue mendadak penuh. Di satu sisi, itu charger yang paling keren, dimana segerombolan ide mendadak bermunculan di otak gue. Tapi, di sisi lain, masih ada banyak hal yang harus gue kerjakan. Seperti halnya ada banyak hal yang gue pikirkan.

Studi, kerjaan, cinta, masalah sehari-hari … sampai harapan orang tua, yang begitu ingin gue penuhin secepatnya, dengan cara yang baik dan dengan hasil yang memuaskan. Berkali, nggak Cuma sekali, gue pengen menyerah dan cukup berhenti disini saja. Tapi ego gue lagi-lagi menggetok kepala gue dengan keras. Gue harus selesaikan hingga akhir, apa yang sudah gue mulai. Itu udah jadi resiko.

Bahkan, saat tubuh sedang tidak bersahabat pun, setidaknya masih ada peluang kecil lain yang membuat gue tersenyum. Gue hanya ingin melihat orang-orang di sekitar gue tersenyum. Itu dukungan paling keren yang juga paling manjur buat gue. Penyemangat yang nggak ada gantinya.

Aaaaaah … gitu kan, ngomong gue mulai acak gini deh. Ya harap bersabar. Mungkin gue harus cari cara lain, gimana caranya mengurai benang ribet dalam otak gue. Kepala gue terasa begitu penuh, tiap kali gue nggak menyempatkan diri buat buat ms.word sekali sehari aja.

Dan tetiba, gue teringat banyak kenangan masa SMA yang cukup menyenangkan untuk diceritakan kembali. Lalu, ada beberapa ide fiksi yang belum sempat juga gue tuliskan, atau paling nggak gue simpan di bank ide gue. Huaaaa … yang lucu, sebagian dari ide itu berasal dari mimpi. Ya, mimpi. Entah kenapa, beberapa hari belakangan, mimpi selalu membuat cerita buat gue inget hingga bangun. Gue tahu, tiap kali tidur pasti gue mimpi. Tapi kan nggak semua mimpi bisa gue inget dengan baik saat bangun. Nah, tidur yang Cuma sebentar ternyata menceritakan kisah yang lebih banyak dibanding tidur semalaman. Tujuh menit tertidur itu rasanya seperti berjam-jam di alam mimpi. Seperti yang diceritakan dalam film “inception”-nya bang Leonargo Dicaprio.

Oh ya, kembali ke gue. Apa gue baik-baik aja? Mungkin sedikit cerita di ms.word ini cukup meringankan isi hati gue. Seperti “pensieve” di film Harry Potter, yang dikeluarkan kepala sekolah Dumbledore untuk mengurangi dan menguras isi kepalanya. So, what’s nex? May be, next job …
Story - Are U Ok, Dear? Story - Are U Ok, Dear? Reviewed by Bening Pertiwi on April 22, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.