Story – My Job (End)

Seperti yang gue tulis di atas, my job has ended.

Beberapa waktu yang lalu, gue posting tulisan yang intinya gue begitu bangga dengan job gue belakangan ini. Mungkin akan ada yang iri juga, karena gue bisa ngejob dimana pun dan kapanpun. Sayangnya, job satu itu akhirnya harus ending juga.
Sebenernya gue pernah ending job serupa, setahun lalu. Setelah hanya bertahan sebulan. Tapi, yang ini beneran tiba-tiba banget. Padahal gue mulai merasa benar-benar nyaman disini. Hmmmm … gue nulis disini sama sekali nggak ada niatan karena depresi nggak punya kerjaan atau berharap keluhan gue dikasihani atau dikomentari orang. Gue Cuma pengen berbagi pengalaman aja sih.

Gue menjalani kerjaan ini nyaris setahun belakangan. Dan ketika akhirnya owner memutus hubungan kerja gue dengan dia, gue nggak Tanya alasannya. Bahkan owner pun nggak ngasih tahu alasan gue harus ended. Ok, gue nyadar sih. Emang belakangan gue nggak terlalu produktif nulis. Tapi, gue selalu berusaha memenuhi target seperti yang sudah-sudah. Dan yang bikin gue agak dongkol, ini ended tanpa peringatan sebelumnya atau menyebutkan alasan apapun.

Ok, sih. Untungnya gue tipe yang nggak mau terlalu ambil pusing. Pernah sih kepikiran buat Tanya, apa alasannya ended ini. Tapi, setelah itu gue mikir. Mungkin emang gue yang salah. Lagian, gue juga punya hal lain yang lebih penting buat gue urus. Ya udah sih, gue pun lanjut sibuk di kesibukan lain. Selesai kan? Simpelnya gue. Dan ini salah satu manfaat easygoing-nya gue.

Dan kehilangan pekerjaan kebanggan, sempat sedih juga. Tapi toh Cuma sehari. Setelah itu gue asyik dengan kegiatan lain dan rutinitas gue yang lainnya. Toh gue masih bisa nulis. Ambil positifnya aja sih, mungkin saat ini gue memang lagi diminta buat focus di hal lain dulu, baru memikirkan pekerjaan lagi.

Setelah ini? Gue akan cari kesibukan lain. Apa gue kapok di kerjaan yang sama? Sepertinya nggak. Ada kemungkinan gue akan nyari kerjaan mirip atau serupa. Tapi ada kemungkinan juga nggak. Tenang, gue nggak trauma kok. Biasa aja kali.

Cuma, yang nggak gue suka, saat putus pekerjaan, biasanya putus pula silaturahim. Jadi orang yang nggak kenal. Hfth! Tsh!

Ya udah. Toh selama ini gue juga menikmati setahun kerja ‘itu’. Dan selama setahun itu pula, gaji gue nggak pernah telat. Terimakasih untuk owner yang mau nampung newbie alias amatir kayak gue di kerjaan itu. Maaf kalau selama ini merepotkan. Tenang, gue nggak akan dendam kok, meski ending seperti ini.

So, mending gue memikirkan beberapa peluang yang sempat gue abaikan beberapa waktu belakangan ini. Yakin deh, optimis, akan ada ganti yang lebih baik but gue, dari kerjaan kemaren ini. Ada peluang tertunda yang belum sempat gue lirik juga, hehehe … be happy, keep easygoing girl.


Story – My Job (End) Story – My Job (End) Reviewed by Bening Pertiwi on Februari 07, 2015 Rating: 5

2 komentar:

  1. yoi...sdh ad yg ngatur rezeki qt,....keep positive en enjoy our life


    hira

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah hira mampir sini juga
      makasiiiiiih \^_^/
      iya, semua ada jalannya ya, hira
      semoga ada ganti yg lebih baik deh

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.