Story - My Job, Mungkin Bikin Iri

Menuru elo, kalau ngomong gini gue sombong nggak?
Beberapa bulan ini job gue, sejak berhenti jadi buruh di bimbel, adalah nulis di media online. Sebutan kerennya adalah website content-writer. Jadi gue nulis berita di website orang, terus tinggal dikalikan berapa banyak artikel yang gue buat, dan uang tinggal masuk ke rekening gue tiap bulan. Terdengar simple ya?

Gue punya target 100 artikel tiap bulannya. Artinya minimal 3 artikel tiap hari. Masalahnya, target ini beberapa bulan terakhir sulit tercapai. Ada aja alasan gue buat nggak nulis. Bisa jadi gue nulis banyak, tapi setelah beberapa hari gue libur panjang. Hahahaha … untungnya website-owner-nya baik. Gue gak dimarahin atau ditagih target. Yang penting, hitung-hitungan akhir bulan jelas lah ya.

Enak sih. Karena gue bebas kapan-pun kerja. Pagi, siang, sore, malam, bahkan dini hari. Gue tinggal pilih aja. Yang penting laptop gue ada listrik dan modem gue ada pulsa. Cap cus deh. Banyak yang bingung dan nggak tahu dengan kerjaan gue ini. Ya, selama ini banyak temen2 gue tahunya gue kerja di bimbel, jadi buruh. Tapi gue berhenti. Karena beban kerja yang gue rasakan, jauh dari gaji yang gue dapat. Awal dulu, gue masih mencoba bertahan, karena gue butuh sekaligus nyari pengalaman. Tapi lama-kelamaan, gue seperti sapi perah yang terus harus kerja, diberi beban kerja tinggi, tanpa ada perubahan gaji. Padahal jelas gue disana udah tahun kedua. Artinya udah kontrak kedua. Meski gue nggak pernah punya bukti hitam di atas putihnya. Dan itu artinya, mereka juga nggak berhak menuntut gue apapun yang terjadi. Pernah gue berpikir, buat kabur gitu aja. Toh nggak ada kontrak di atas kertas. Tapi … gue masih punya kemanusiaan, dimana gue pengen menghormati mereka, meski gue diperah.
Gue tahu, seharunya gue nggak bilang gini. Karena bukan hal yang baik, meludah di tempat kamu mengambil air. Artinya menjelek-jelekan tempat kamu mencari nafkah. Tapi toh itu udah berlalu. Sekarang gue menikmati cara hidup gue sekarang.
Gue bersyukur, kenal dengan adek kelas gue satu itu. Dan gue diperkenalkan dengan dunia cyber yang nggak pernah gue tahu sebelumnya. Meski ya sih … pengalaman gue masih belum ada apa-apanya. Kemampuan gue masih jauh, kalau dibanding para suhu dan owner. Tapi gue masih mau belajar lho.
Dan … kemungkinan banyak yang iri dengan kerjaan gue. Gue bebas online kapanpun, bebas posting kapanpun. Artinya, gue bebas kerja dimanapun dan kapanpun. Dan inilah yang gue cari selama ini. Dimana gue bisa bebas kerja dimanapun gue suka, dengan cara yang gue suka dan kapanku gue suka. Gue sendiri-lah yang akan mengatur target dan berapa banyak yang akan gue dapat tiap bulannya.
Ya, meski memang nggak mudah juga sih, menjelaskan pekerjaan ini pada orang-orang di sekeliling gue. Lihat aja, nanti kalau tabungan gue udah semakin banyak, gue akan menjelaskan semuanya dengan mudah dan gamblang pada kalian semua tanpa tedeng aling-aling lagi.
Sekarang? Sementara gue tutup mulut aja dulu deh, sampai waktu dan kesempatannya tepat datang di depan gue.
Story - My Job, Mungkin Bikin Iri Story - My Job, Mungkin Bikin Iri Reviewed by Bening Pertiwi on Januari 03, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.