Flash Fiction – Gadis Tetangga (inspired from "Jangan Paksa Ahh" - Citra Scholastika)



Flash Fiction – Gadis Tetangga (inspired from "Jangan Paksa Ahh" - Citra Scholastika)

Pernah nolak seseorang? Pernah, jelas. Rasanya? Sama sakitnya dengan ditolak, guys.
Anin memandangi seisi kamarnya. Boneka warna pink—yang sama sekali bukan gayanya—. Setumpuk buku latihan soal yang belum pernah disentuhnya sama sekali. Setumpuk lain coklat mahal yang masih rapi dibingkai pita yang lagi-lagi berwarna pink, tercecar di meja belajarnya. Iuuuuuh. Lalu ponselnya yang tergeletak cantik di atas ranjangnya.

Anin mendengus kesal. Bagaimana bisa, ada orang senekat ini. Anin mengenalnya sebagi tetangga kos. Ya, dia, lelaki itu, tinggal di rumah sebelah kosnya. Lelaki yang enam tahun lebih tua darinya. Darimana Anin tahu? Jelas ia tahu. Bersama setumpuk buku yang dikirimkannya lewat anak bu kos kemarin, ada kartu ucapan yang tertulis jelas pula tanggal lahirnya.
Entah sejak kapan, entah bagimana caranya, lelaki itu mengenal Anin. Dan entah bagaimana pula, lelaki itu tiba-tiba saja menghubunginya dan menyatakan perasaannya pada Anin. Dan yang lebih parah, lelaki itu mengatakan akan melamarnya, setahun setelah Anin lulus nanti.
“Gila! Benar-benar gila!” Anin kesal sendiri. Ia masih geleng-geleng tidak habis pikir. Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh lelaki itu? Apa yang dipikirkan seorang pria dewasa berusia 24 tahun pada seorang remaja berusia 18 tahun.
Mesum?
Tok. Tok. Tok . Terdengar ketukan pintu.
“Ya?” Anin membuka pintu itu dan menemukan ibu kos ada disana. “Ada apa ya, Bu?”
“Ada yang nyari kamu tuh,” ujar Bu Kos.
Anin heran. Siapa yang mencarinya malam minggu begini? Dia tidak punya pacar atau janji apapun dengan siapapun.
“Hai, Anin,” sapa seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang bu Kos.
Mata Anin terbelalak kaget. Ia bahkan tidak sempat menutup mulutnya yang terlanjur terbuka lebar, “Kamu?!” Anin mencengkeram gagang pintu kamarnya semakin erat. Lelaki itu. Ya, lelaki itu datang menemuinya. “Dia mau apa sih?” batin Anin tidak karuan.

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

Flash Fiction – Gadis Tetangga (inspired from "Jangan Paksa Ahh" - Citra Scholastika) Flash Fiction – Gadis Tetangga (inspired from "Jangan Paksa Ahh" - Citra Scholastika) Reviewed by Bening Pertiwi on November 05, 2014 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.