Flash Fiction - Belenggu

“Kenapa?”

Kau terus menggumamkan pertanyaan yang sama. Ya, itu kalimat yang sama seperti pertama kau gumamkan bertahun silam. Bertahun yang telah lalu, sejak pertama kalinya suaramu berubah jadi gumaman. Hanya gumaman tidak jelas, yang tidak mampu kau jelaskan.


Bukankah jendela itu masih sama saja buatmu?
Berkali pun kau menatapnya dalam kosong pandangmu. Atau saat kau belai palang besi dingin diantaranya, tetap sama saja. Sama seperti saat pertama kali kau datang ke tempat ini. Sama seperti saat tanganmu ditarik lembut lalu kau didudukkan di ranjang itu. Onggokan ranjang yang spreinya hanya diganti sebulan sekali. Masih sama dalam bisumu.

Pernah sekali, belenggu itu memaksamu terdiam cukup lama. Tapi akhirnya, kau pun kembali membisu. Menciptakan kebekuan tidak bertuan di dinding-dinding dingin ini.

“Kaukah itu?”

Tapi, tahukah kau, pernah sekali kau gerakkan bibir itu berucap kata. Bukan, mungkin sebuah nama. Nama yang juga lama tidak pernah lagi terdengar suaranya. Nama yang sudah lama kau lupakan, kau kubur jauh-jauh dalam bingkai bisu kenanganmu. Sebuah nama yang membuatmu harus berakhir disini.

"Lihat, sama saja kan?"


Diikutsertakan dalam tantangan #FFOrangKedua pada twitter @KampusFiksi
Flash Fiction - Belenggu Flash Fiction - Belenggu Reviewed by Bening Pertiwi on November 23, 2014 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.