Kisah – Step Forward (Still) not Easy as u Think

If you don’t step forward, you’ll always be in the same place 

Pesan itu dikirim via sms dari salah seorang murid gw, kelas 9 SMP, 11 April 2013. Dan sampai sekarang pesan itu masih tersimpan manis di inbox ponsel lama gw. Entah kenapa, rasanya berat menghapus pesan itu. Bukan karena siapa yang mengirimkannya, tapi karena isinya.


Tiap kali melihat pesan itu, selalu membuat gw berpikir, apa yang sudah gw lakukan selama ini. Apakah gw sudah ‘step forward’ dari banyak hal dalam hidup gw atau belum. Meski tetap saja, melangkah itu bukan hal mudah, tapi gw selalu merasa klo gw ga sendirian. Masih banyak orang yang peduli sm gw.


Melangkah bukan berarti menghapus masa lalu, tapi merapikannya dan menyimpannya dalam file-file yang ada di memory otak. Suatu saat jika perlu untuk mengingatnya kembali, tinggal klik-search. Dan bersama-sama gw bisa menertawakan kenangan itu jika konyol atau menyedihkan, atau menangis gembira saat itu adalah kenangan menyenangkan yang layak untuk selalu diingat.

Tempat yang sama, waktu yang sama. Ternyata untuk bisa melangkah maju pun bukan perkara mudah. Di bibir, itu gampang saja diucapkan. Tapi dalam kenyataannya, itu bukan perkara mudah dilakukan. Tidak semudah membalik telapak tangan. Saat melihat satu per satu teman, kawan dan sahabat menjemput takdir, mimpi dan rencana hidup mereka, pada saat itu—kadang—gw berpikir, kenapa gw masih berada di tempat yang sama. Tanpa gw sadari, sebenarnya gw sendiri juga sudah ikut dalam perubahan itu. Ya memang begitulah manusia, gajah di pelupuk mata tidak tampak, tapi kuman di seberang lautan tampak jelas.

Kadang gw merindukan kawan-kawan lama gw. Sama sekali ga ada niat melupakan apalagi mengabaikan mereka. Hanya saja, kadang jika lama tak sua, maka bukan perkara mudah untuk memulai pembicaraan. Tapi gw juga sering dibuat tersenyum oleh teman-teman baru gw. Teman yang tidak sengaja gw temukan—hahah, emang apaan sih ‘temukan’—tapi gw bersyukur, karena di tempat manapun gw berada, selalu ada teman yang datang. Meski mereka satu per satu datang dan pergi, tapi memang begitulah kenyataan.

Kalau gw pengen bisa ‘step forward’ artinya gw harus bisa menerima itu dengan lapang dada. Teman yang datang dan pergi. Teman yang ada dan menghilang. Gw Cuma bisa berharap, gw bisa jadi teman yang baik bagi mereka, paling tidak gw bisa menyediakan dua telinga gw untuk mendengarkan mereka, meski bibir gw ga bisa memberikan banyak komentar atau solusi. Atau juga pundak ini, untuk mereka bersandar. Karena pundak ini jauh lebih mudah digunakan daripad uluran tangan yang kadang sulit tersampaikan.

Gmn dg ‘love story’ gw? Apakah gw sudah bisa ‘step forward’? Setidaknya gw sudah berani jujur pada diri gw sendiri, jujur pada dia dan berani menerima kenyataan yang kadang tidak sesuai rencana dan angan gw. Huaaaa …. Capek. Udah dulu lah ya.

Keep spirit and don’t forget to step forward, hahahaha
Kisah – Step Forward (Still) not Easy as u Think Kisah – Step Forward (Still) not Easy as u Think Reviewed by Bening Pertiwi on Juli 15, 2014 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.